Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang

10 tahun lagi, mebel lokal bisa rajai Asia Tenggara

Saturday, December 20th 2014.

10 tahun lagi, mebel lokal bisa rajai Asia TenggaraJakarta (ANTARA News) – Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) memperkirakan Indonesia bisa mencapai peringkat satu negara pengekspor mebel di Asia Tenggara dalam 10 tahun kedepan.

“Saya pikir dalam 10 tahun kedepan kita bisa menjadi yang terbesar di tingkat regional,” kata Sekjen AMKRI Abdul Sobur di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut didasarkan Indonesia yang kaya akan bahan baku dan adanya sumberdaya manusia yang andal. Untuk itu pihaknya menentang keras ekspor bahan baku kayu.

“Negara ini perlu dikelola dengan baik. Bahan baku jangan diekspor terus menerus, tapi harus ekspor barang jadi karena barang jadi memiliki nilai tambah yang besar dan menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Pihaknya pun berharap banyak pada pemerintahan baru untuk memberikan regulasi-regulasi yang mendukung terhadap perkembangan industri mebel Tanah Air.

Menurut dia, AMKRI berkomitmen untuk menumbuhkembangkan industri mebel dan kerajinan nasional sehingga industri ini mampu berkembang menjadi yang terbesar dan terdepan di kawasan regional.

Abdul menambahkan beberapa kendala Indonesia dalam mengembangkan industri mebel yakni kebijakan pemerintah yang belum mendukung penuh, ketiadaan industri pendukung dan minimnya investor asing.

Nilai ekspor mebel Indonesia pada 2013 sebesar 1,8 miliar dolar AS yang menempatkan Indonesia di urutan ke-18 negara pengekspor mebel dunia. Posisi ini di bawah Vietnam yang menempati urutan ke-7 dan Malaysia yang menempati urutan ke-11.

Sementara di lingkup Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ketiga negara pengekspor mebel setelah Vietnam dan Malaysia.

Dengan meningkatnya persaingan dari negara produsen lain yang lebih murah yakni Tiongkok, Vietnam dan Malaysia, AMKRI berharap industri mebel Indonesia mampu bergerak melalui berbagai inovasi yang memberikan nilai tambah untuk merebut pasar dunia.

Pada 2013, tercatat nilai ekspor Tiongkok sebesar 52,4 miliar dolar AS, Vietnam 5,3 miliar dolar AS dan Malaysia 2,3 miliar dolar AS.

Editor: Suryanto

Sumber : ANTARANEWS.com

download

Meja Sudut Laci Minimalis Jati Natu

Rp 1.550.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kodehd70711
Nama BarangMeja Sudut Laci Minimalis Jati Natural
Harga Rp 1.550.000
Lihat Detail »
download

Sofa Bunga 3 Dudukan Kayu Jati

Rp 6.100.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kodeid13244
Nama BarangSofa Bunga 3 Dudukan Kayu Jati
Harga Rp 6.100.000
Lihat Detail »

meja makan cross basic jati ID15107

Rp 3.255.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeID15107
Nama Barangmeja makan cross basic jati ID15107
Harga Rp 3.255.000
Lihat Detail »

Kursi Makan Antik Duck Palm Set

Rp (hubungi cs)
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kodeid01039
Nama BarangKursi Makan Antik Duck Palm Set
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »

TEMPAT BUAH PANDAI BESI JATI ANTIQ

Rp (hubungi cs)
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeHD92193
Nama BarangTEMPAT BUAH PANDAI BESI JATI ANTIQ
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »

KALENG KRUPUK ANTIK

Rp 60.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeHD92137
Nama BarangKALENG KRUPUK ANTIK
Harga Rp 60.000
Lihat Detail »
download

Rumah Jawa Antik Limasan

Rp 131.000.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangRumah Jawa Antik Limasan
Harga Rp 131.000.000
Lihat Detail »

KURSI BAR GOFY JATI ID01452

Rp (hubungi cs)
Detail
Order Sekarang » SMS : 0817 453680
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeID01452
Nama BarangKURSI BAR GOFY JATI ID01452
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »

Pembayaran



Ikuti Kami :

Visitor

Flag Counter